Wednesday, October 30, 2013

Present Continuous Tense


Present Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sekarang )
RUMUS : TO BE (am,are,is) + PRESENT PARTICIPLE (ING-FORM)
Untuk semua pokok kalimat baik jamak maupun tunggal
a). Dipakai untuk menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung
           misal    :        
                     They are studying English now = Mereka sedang mempelajari bahasa inggris sekarang
b). Dipakai untuk menyatakan perbuatan yang bersifat sementara
     misal    :
     She is reading now but she will write soon = ia sedang membaca sekarang tetapi ia akan 
     segera menulis
c). Dipakai untuk menyatakan perbuatan yang dimaksud pada waktu yang akan datang
     misal    : 
     We are writing again in few weeks = kami akan mengirimkan surat lagi dalam beberapa minggu

Pengecualian :

            Tidak semua kata kerja boleh dipakai dalam bentuk Present Continuous Tense walaupun kalimatnya diucapkan ketika peristiwanya sedan berlangsung.
            Ada sekelompok penting kata kerja yang biasanya tidak digunakan dalam Present Continuous : 
      a) Verbs of emotion , kata – kata yang menyatakan perasaan : to like , to dislike , to refuse , to want , dan sebagainya
Misalnya :
-          I like  Mr. Brown = saya suka pada Tn. Brown (BUKAN : I am liking Mr. Brown)
-          I want to see the doctor = saya menjumpai dokter (BUKAN : I wanting to see the doctor)
   b) Verbs of the sense , kata – kata kerja yang menyatakan hal yang berhubungan  hal berhubungan dengan panca indera . to feel , to hear , to see , to smell , to taste, dan sebagainya.
Misalnya :
-          I feel heavy in the head              =  saya merasa pusing
-          I hear  something                       =  saya mendengar sesuatu
-          Isee something in the distance   =  saya melihat di tempat yang jauh


TENSES

secara sederhana, Tense berarti bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu 
Tense menunjukkan : a) waktu dari suatu tindakan atau kegiatan 
                                b) tingkat keparipurnaannya
kata kerja itu dapat memberitahu kita : 
   bahwa suatu kegiatan dilakukan pada waktu sekarang, lampau, dan waktu yang akan datang ( present, past, dan future)
dan akan diringkas dibawah ini :
1). Present Tense  ( Waktu Sekarang )
     a). simple present tense 
          menjelaskan tentang peristiwa yang terjadi di waktu sekarang dalam bentuk sederhana atau perbuatan yang diulang-ulang atau kebiasaan sehari-hari.
             RUMUS
      I / we / you / they /  ( INFINITIVE )
      he / she / it              ( INFINITIVE + S)

< dipakai untuk menyatakan perbuatan yang dilakukan karena kebiasaan
   misal :
- I go to school every day = saya pergi ke sekolah setiap hari
- He usually eats an egg for breakfast = dia biasanya makan sebutir telur untuk makan pagi

< dipakai untuk menyatakan kebenaran umum yang tidak dapat dibantah
   misal :
- A week has seven days = seminggu ada tujuh hari
- The sun rises in the east = matahari terbit di sebelah timur

 catatan :
           jika pokok kalimatnya orang ketiga tunggal ( he,she,it )maka bentuk dasar kata akan mengalami perubahan :
a). pada umumnya bentuk dasar kata kerja ditambah -s
  misal : to speak        speaks                 = berbicara
b). infinitif yang berakhir dengan huruf hidup (vokal) o ditambah -es
  misal : to do             does                    = berbuat / mengerjakan
            to go             goes                     = pergi 
c). infinitif yang berakhir dengan huruf mati ( konsonan) ch, sh, s, x, ditambah -es 
  misal : to teach         teaches                = mengajar, mengajarkan
            to wish           wishes                 = mengharapkan, memujikan
            to discuss       discusses             = merundingkan
            to fix              fixes                     = memperbaiki, memasang
d). infinitif yang berakhir dengan vokal -e walaupun berakhiran suara huruf z atau j ditambah -s saja
   misal : to use           uses                     = menggunakan, memakai
             to change      changes               = mengubah, menukarkan
e). infinitif yang berakhir dengan konsonan y yang didahului oleh huruf mati. y diganti i , lalu ditambah -es
    misal : to fly           flies                      = terbang
              to study       studies                 = mempelajari
f). infinitif yang berakhir dengan konsonan y yang didahului oleh huruf hidup, ditambah -s saja
    misal : to buy         buys                     = membeli
              to play         plays                    = bermain , memainkan

perhatikan
    infinitif tidak mengalami perubahan apapun jika didahului ole kata kerja bantu ( misalnya can, could, may, might, must, shall, should, will,would,do, does, did )meskipun pokok kalimatnya orang ketiga tunggal .
misalnya :
  - he can speak english    = ia dapat berbicara dalam bahasa inggris
  - she may go home         = ia boleh pulang
  - he must work hard       = ia harus bekerja keras




Majas

Majas atau gaya bahasa adalah pemakaian bahasa berkias yang melampaui batas lazim.
Majas dibagi menjadi 4 yaitu :
a. Majas perbandingan
majas ini pun dibagi lagi menjadi beberapa macam: 
   1). Personifikasi yaitu gaya bahasa yang menganggap benda mati dapat berlaku seperti manusia
contoh : a). jari-jari hujan mengetuk-ngetuk pintu jendela kamarku.
             b). kereta lokomotif menjerit-jerit di lereng gunung
   2).  Metafora yaitu majas yang membandingkan sesuatu yang memiliki sifat sama
contoh : a). Generasi muda adalah tunas bangsa
             b). Raja siang bersinar dengan teriknya (matahari)
   3).  Litotes yaitu majas yang berisi ungkapan merendahkan diri sendiri
contoh : a). Apalah arti diriku tanpa bantuan dari teman-teman,tidak mungkin prestasi ini dapat kuraih
             b). Terimalah hadiah yang tidak seberapa ini.
    4). Eufemisme yaitu majas yang menggunakan ungkapan penghalus.
contoh : a). Para tunawisma ditertibkan petugas kepolisian hari ini (gelandangan)
             b). Pelaku korupsi uang pembangunan masjid itu telah diamankan polisi(dipenjara)
    5). Sineksdok, di bedakan menjadi
            A. Sineksdok pars prototo, yaitu majas yang mengungkapkan sebagian dari apa yang dimaksudkan  secara keseluruhan
contoh : Ani membeli tiga ekor ayam
            B. Sineksdoks totum proparte, yaitu majas yang mengungkapkan keseluruhan/ total sesungguhnya yang dimaksudkan hanya sebagai atau satu.
contoh : Indonesia berhasil menjadi juara bulu tangkis dunia
     6). Simile/ perumpamaan yaitu majas yang mengungkapkan perumpamaan tentang sesuatu. majas ini ini ditandai dengan kata-kata pembanding (bagai)
contoh : Meminta anak itu untuk belajar sangatlah sulit ibarat kambing dihalau ke air
      7). Hiperbola yaitu majas yang menggunakan ungkapan melebih-lebihkan.
contoh : a). ketika ditanya, gadis itu hanya diam mematung
             b). Melihat istrinya diganggu, seorang pria marah membabi buta
      8). Metonimia, yaitu majas yang menggunakan ungkapan melebih-lebihkan.
contoh : a). ghofur ke sekolah naik kijang
             b). tolong belikan gudang garam
      9). Alegori, yaitu majas yang menggunakan simbol-simbol untuk maksud tertentu
contoh : a). selamat menempuh hidup baru
             b). tetaplah menjadi bintang di kelasmu

b).Majas Sindiran
majas sindiran terdiri dari :
1) Ironi yaitu ungkapan sindiran halus
contoh : Wah, harum benar baumu
2) Sinisme , yaitu ungkapan sindiran agak kasar dan bernada sinis.
contoh : Wah, harum benar baumu ! sudah berapa hari tidak mandi??
3)Sarkasme, yaitu Sindiran paling kasar atau lebih tepat disebut umpatan
contoh : "Dasar otak udang!"

c) Majas penegas
Majas penegas terdiri dari :
1).Repetisi yaitu majas yang menggunakan perulangan kata.
contoh: " sekali saya mengatakan tidak, ya tetap tidak!"
2). Tautologi, Majas yang menggunakan pertautan makna
contoh : hari ini berbakti besok mengabdi
3).Proterito, yaitu Majas yang menggunakan peribahasa untuk menyembunyikanmaksud
Contoh : Kebaikannya selama ini ternyata ada udang dibalik batu
4).Klimaks, yaitu majas yang menggunakan Ungkapan bernada naik.
Contoh : setelah mendengarkan pengajian Isra' Mi'raj, siswa kelas X,XI, dan XII diwajibkan mengumpulkan rangkuman
5). Antiklimaks, yaitu majas yang menggunakan ungkapan bernada turun.
contoh : "jangankan seribu rupiah, seratus perak pun saya tidak punya"
6). Pleonasme, yaitu majas yang menggunakan kata-kata yang berlebihan/mubadzir.
contoh : Siswa yang saya panggil harap maju ke depan

d). Majas Pertentangan
Majas pertentangan terdiri dari :
1). Paradoks yaitu majas yang mengungkapkan dua kondisi atau keadaan yang saling bertentangan.
contoh: Gajinya besar, tetapi hutangnya banyak
2).Antitesis, yaitu majas pertentangan yang menggunakan Antonim
contoh : Ayah bekerja keras siang malam






DEMOKRASI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

   A. DEMOKRASI PENDIDIKAN ISLAM 

Terma demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos (rakyat) dan kratos (pemerintahan). Jadi, demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dengan kekuasaan di tangan rakyat. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, demokrasi diartikan sebagai : “Gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Ini merupakan definisi demokrasi yang bersifat umum.
Adapun beberapa tokoh yang berpendapat tentang demokrasi pendidikan, seperti yang dikutip oleh Ramayulis dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam :
1. Zaki Badawi berpendapat bahwa demokrasi adalah penetapan dasar-dasar kebijaksanaan dan persamaan terhadap individu-individu yang tidak membedakan asal, jenis, agama dan bahasa.
2. Vebrianto memberikan pendapat tentang hubungan antara demokrasi dan pendidikan, bahwasanya pendidikan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta didik mencapai tingkat pendidikan sekolah yang setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya.
Dari definisi di atas, dapat dipahami bahwa demokrasi pendidikan Islam merupakan suatu pandangan yang mengutamakan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama oleh tenaga kependidikan terhadap peserta didik dalam proses pendidikan Islam tanpa membedakan asal, jenis agama maupun yang lainnya.

B.   DASAR-DASAR DEMOKRASI PENDIDIKAN MENURUT ISLAM
Pada dasarnya Islam memberikan kebebasan kepada individu (anak didik) untuk mengembangkan nilai-nilai fitrah yang ada di dalam dirinya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Islam juga memberikan petunjuk kepada para pendidik, sekaligus menghendaki agar mereka tidak mengekang kebebasan individu anak dalam mengembangkan potensi-potensinya yang dibawa sejak lahir. Sebagai acuan pemahaman demokrasi pendidikan Islam, tercermin pada beberapa hal yaitu :
1. Islam mewajibkan manusia untuk menuntut ilmu, sebagaimana hadits Nabi Saw., berikut ini :
      طلب العلم فريضة علي كلِّ مسلم و مسلمة
“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”
                 Hadits tersebut mencerminkan bahwa di dalam islam terdapat demokrasi pendidikan, dimana Islam tidak membedakan antara muslim laki-laki maupun perempuan dalam hal kewajiban dan hak menuntut ilmu.
2. Adanya keharusan bertanya kepada ahli ilmu, sebagaimana dalam Q.S Al-Nahl ayat  43 berikut ini :
         وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
 “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,” (QS.16:43)
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa jika pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran menghadapi hal-hal yang kurang dipahami, maka perlu bertanya kepada ahli dalam bidangnya.

C.    PEDOMAN PELAKSANAAN DEMOKRASI PENDIDIKAN ISLAM

Dalam kaitannya dalam demokrasi pendidikan Islam, ada beberapa pedoman tata krama dalam pelaksanaan demokrasi yang ditujukan bagi anak didik maupun pendidik, yaitu :
1.  Saling menghargai merupakan wujud dari perasaan bahwa manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT.
2.  Penyampaian pengajaran harus dengan bahasa dan praktek yang berdasar atas kebaikan dan kebijaksanaan.
3.  Memperlakukan semua anak didik secara adil.
4.  Terjalinnya rasa kasih sayang antara pendidik dan anak didik.
5.  Tertanamnya pada jiwa pendidik dan anak didik akan kebutuhan, taufik dan hidayah Allah.

D.    BENTUK-BENTUK DEMOKRASI PENDIDIKAN ISLAM

Adapun bentuk-bentuk demokrasi pendidikan Islam adalah sebagai berikut :
1.  Kebebasan bagi pendidik dan peserta didik, kebebasan di sini meliputi kebebasan berkarya, mengembangkan potensi dan berpendapat.
2.  Persamaan terhadap peserta didik dalam pendidikan Islam, peserta didik yang masuk di lembaga pendidikan tidak ada perbedaan derajat atau martabat, karena penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dari pendidik.
3.  Penghormatan akan martabat individu dalam pendidikan Islam, misalnya pendidik dalam memberikan ganjaran/ hukuman kepada peserta didik harus yang bersifat mendidik karena dengan cara demikian akan tercipta situasi dan kondisi yang demokratis dalam proses belajar mengajar.

E.     DEMOKRATISASI PENDIDIKAN ISLAM

Demokratisasi artinya proses menuju demokrasi. Demokratisasi pendidikan mengandung arti, proses menuju demokrasi di bidang pendidikan.
Paulo Freire menyarankan bahwa untuk mencapai demokratisasi pendidikan, perlu diciptakan kebebasan interaksi  antara pendidik dan peserta didiknya dalam proses belajar di kelas. Dalam konteks tersebut, proses belajar harus didorong agar mengarah kepada suasana dialog yang sehat dan bertanggung jawab antar pendidik dan peserta didik. Interaksi pendidik dan peserta didik ini berlangsung dalam nuansa egaliter dan setara.
Di samping unsur kebebasan dalam berinteraksi, demokratisasi pendidikan juga mensyaratkan komunikasi yang dialogis dengan dua aspek yang inhern, yaitu :
1.  Komunikasi berlangsung ke segala arah, dan bukan hanya bersifat satu arah yaitu dari pendidik ke peserta didik(top-down).
2.  Arus komunikasi berlangsung secara seimbang, yakni antara pendidik dan peserta didik dan juga antar peserta didik.
Sehingga pada akhirnya, model komunikasi akan berlangsung secara tiga arah (pendidik-peserta didik-antar peserta didik), maka sumber belajar bukan hanya terletak pada pendidik melainkan juga peserta didik dan pengajaran tidak melulu bersifat top-down, namun perlu diimbangi dengan bottom-up.
Pendidikan Islam sebagai sub sistem pendidikan nasional diharapkan dapat ikut serta melakukan demokratisasi pendidikan. Sebab, dengan demokratisasi pendidikan proses pendidikan Islam dapat menyiapkan peserta didik agar terbiasa bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab dan turut bertanggung jawab, terbiasa mendengar dengan baik dan menghargai pendapat dan pandangan orang lain, menumbuhkan keberanian moral yang tinggi terbiasa bergaul dengan rakyat, sama-sama merasakan suka dan duka dengan masyarakat.
Pendidikan Islam seperti madrasah, pesantren dan lembaga-lembaga Islam lainnya dalam proses pembelajaran dapat melaksanakan demokratisasi pendidikan, sehingga mampu membawa peserta didik untuk dapat menghargai kemampuan dan kemajemukan teman dan guru atau menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Demokratisasi pendidikan dalam proses pembelajaran juga dapat ditempuh dengan mengajarkan hal-hal yang berhubungan dengan dunia sekarang yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik tanpa harus melupakan hari kemarin. Dengan demikian, proses demokratisasi pendidikan dan pendidikan Islam harus mampu mengakses, merespon dan mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan masyarakat, orang tua, peserta didik dan pasar sebagai pelanggan dan pengguna produk pendidikan. Sehingga, melalui demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidikan dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar.